Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Rabu, 13 November 2013 | 20.26

Harian Kompas  |  Kompas TV

Kamis, 14 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

20.26 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Selasa, 12 November 2013 | 20.26

Harian Kompas  |  Kompas TV

Rabu, 13 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

20.26 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Senin, 11 November 2013 | 20.26

Harian Kompas  |  Kompas TV

Selasa, 12 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

20.26 | 0 komentar | Read More

Obat Bikin Siklus Haid Berantakan?

Written By bopuluh on Minggu, 27 Oktober 2013 | 21.26

Tanya:
Dok, Saya menikah pada bulan Februari 2013, dari sejak haid pertama kali sampai Juli 2013 selalu lancar yaitu setiap tanggal 9 atau 10. Tetapi pada Agustus 2013 saya haid tanggal 6 Agustus (lebih cepat dari biasanya), lalu saya ke dokter diberi obat primolut dan dipthen, setelah minum primolut saya haid lagi pada 19 Agustus 2013, dan pada hari kedua haid (20 agustus 2013) saya minum dipthen selama lima hari. Mau menanyakan dok, sampai September 2013 saya belum haid. Kenapa ya dok? Apa memang siklus haid yang menjadi tidak teratur atau karena pengaruh dari obat itu? Terima kasih jawabannya ya Dok.
Ilmia Sugiyono (29)

Jawab:
Ibu ilma Yth,
Gangguan haid bukan karena obat. Ibu haid enam hari lebih cepat, mungkin karena variasi hormonal saja. Diberi premolut, haid tanggal 19 itu karena premolut, bukan haid. Dan pemberian diphten lima hari itu untuk penyubur, yang kurang efektif pada haid/perdarahan karena premolut. Jadi sebaiknya obat di-stop dulu, tunggu siklus haid berikutnya. Semoga haid kembali teratur dan segera hamil.


21.26 | 0 komentar | Read More

Jajak Pendapat KOMPAS: Pemuda di Simpang Jalan


Oleh: YOHAN WAHYU

KOMPAS.com - Sejarah mencatat bagaimana pemuda memiliki peran sebagai aktor perubahan. Peran itu terutama terekam dalam episode sejarah pergolakan politik di negeri ini. Kini, modal sejarah tersebut diuji perkembangan zaman.

Publik menilai kaum muda saat ini berada di simpang jalan, tidak sepenuhnya ikut melebur dalam arus zaman, tetapi belum secara tegas menjelma menjadi aktor yang memberi inspirasi perubahan.

Pemuda, seharusnya, berkontribusi besar dalam memengaruhi pergolakan politik di negeri ini. Sumpah Pemuda, yang menjadi jejak sejarah monumental, menempatkan pemuda sebagai entitas penting. Momentum tersebut menjadi penanda dan batas antara era pencarian dan penegasan jati diri sebagai sebuah bangsa. Peneliti sejarah, Keith Foulcher (2000), menyebut Sumpah Pemuda sebagai hasil akumulasi nilai dan ideologi.

Pergolakan politik pada pertengahan tahun 1960 menyeret pemuda dalam pusaran perebutan kekuasaan. Dalam hegemoni rezim militer, kaum muda ikut serta menggulingkan kekuasaan Soekarno dan menegakkan negara Orde Baru (Suryadi Rajab dalam Prisma, 1991).

Namun, selama tiga dasawarsa selanjutnya, kaum muda tak luput dari pergulatan bersama kelompok-kelompok marjinal menentang otoritarianisme Orde Baru. Puncak perlawanan mengkristal dalam gerakan mahasiswa dan rakyat menuntut lengsernya Soeharto pada tahun 1998.

Zaman pun berubah. Dalam level tertentu, kebebasan politik digenggam dan kaum muda bisa lebih leluasa berkiprah di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Namun, tantangan baru pun menghadang generasi muda. Globalisasi dan perkembangan teknologi telah membuka peluang bagi pemuda untuk berkembang. Di sisi lain, perubahan ini dalam beberapa hal telah ikut "menjinakkan" taring ideologi perlawanan yang pernah lekat dalam kehidupan kaum muda.

Persoalan bangsaKini, persoalan kepemudaan tenggelam dalam isu-isu besar yang mewarnai kehidupan sosial dan politik negeri ini. Sejumlah hasil riset, termasuk jajak pendapat Kompas, mengungkap tentang rendahnya kepercayaan publik pada institusi hukum dan politik. Kondisi ini turut memengaruhi penyikapan publik pada isu-isu terkait pemuda.

Penilaian publik pada peran pemuda, terutama pada persoalan kebangsaan dan kenegaraan, cenderung dinilai masih jauh dari harapan. Hasil jajak pendapat Kompas pekan lalu merekam bagaimana publik menilai peran pemuda saat ini belum memadai dalam sejumlah bidang. Dalam urusan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara, misalnya, 73,6 persen responden memandang pemuda tidak ikut ambil bagian dalam mewujudkan butir-butir sila dalam Pancasila.

Hasil jajak pendapat juga merekam bagaimana ingatan tentang makna Sumpah Pemuda mulai tergerus dari benak kaum muda. Responden dari kalangan muda yang berusia 17-30 tahun mengakui bahwa tonggak perjuangan dan kebangkitan bangsa dimotori para pemuda. Namun, ironisnya, responden dari kelompok usia ini juga menemui kesulitan menyebutkan dengan benar dan berurutan tiga isi Sumpah Pemuda. Hanya 9,4 persen responden yang menyebutkan dengan benar isi Sumpah Pemuda.

Kondisi ini tidak lepas dari kecenderungan minat dan perhatian pemuda saat ini pada hal-hal yang bersifat praktis. Hasil survei Kompas tahun 2011 dan 2012 merekam luruhnya orientasi sosial kalangan muda. Dua pertiga bagian responden saat itu menyatakan kuatnya orientasi pribadi pemuda. Tak hanya itu, kelompok responden dari kalangan muda sendiri menyatakan bahwa orientasi kehidupan mereka lebih difokuskan pada pencapaian diri ketimbang terlibat pada persoalan sosial di masyarakat.

Orientasi pemuda yang semakin praktis ini tidak lepas dari derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang semakin terbuka dan kompetitif. Imbasnya, persoalan yang dihadapi pun semakin beragam.

Publik melihat hal utama yang menjadi tantangan berat pemuda saat ini adalah narkoba (26,4 persen) dan rendahnya akhlak (15,5 persen).

Data yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar kasus narkoba menjadikan usia produktif sebagai sasaran. Catatan Polri mengungkapkan bahwa 48,7 persen pelaku narkoba pada triwulan I-2012 adalah pemuda, baik sebagai pengedar maupun pengguna. Sebagian besar berada dalam rentang usia 25-29 tahun.

OptimistisDi samping penilaian tentang orientasi diri kaum muda yang cukup kental, publik tetap memandang optimistis terhadap kiprah para pemuda di masa depan.

Hampir semua responden menyatakan masih banyak pemuda yang memiliki integritas dan kepekaan sosial tinggi. Kelompok ini, menurut responden, berpotensi menjadi pemimpin nasional di masa depan.

Namun, apakah kaum muda memang telah mendapat kesempatan penuh untuk tampil memimpin?

Suara publik terhadap persoalan ini terbelah. Sebagian responden menilai kaum muda saat ini belum diberi kesempatan penuh untuk tampil dalam proses pergantian kepemimpinan di Indonesia. Sebagian lainnya menilai sebaliknya. Menurut mereka, sejumlah peluang telah diberikan kepada kaum muda, tetapi mereka tidak bersedia merebut tongkat estafet tersebut dan mengambil alih kepemimpinan.

Sejumlah dinamika di masyarakat sendiri merekam bagaimana kaum muda menyimpan potensinya sebagai aktor perubahan itu sendiri.

Sebut saja Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2012. Sejumlah relawan pendukung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dimotori oleh kalangan muda. Mereka kreatif menciptakan bentuk kampanye yang akrab bagi kaum muda, mulai dari lagu, baju kotak-kotak, sampai kampanye melalui sosial media. Upaya ini akhirnya sukses mengantarkan pasangan ini menang di pilkada.

Di luar urusan politik, banyak anak muda Indonesia sukses meraih prestasi, bahkan mendunia. Sebut saja profesor muda Khoirul Anwar (35) yang menjadi pemilik paten sistem telekomunikasi berbasis teknologi 4G (M Alfan dan Arimy Adi S, 2013).

Kecenderungan yang lain juga bisa dilihat dari peluang kaum muda memasuki dunia politik. Komposisi kursi anggota DPR dari 1999-2009 memperlihatkan jumlah politisi muda (usia 25-50 tahun) terus meningkat. Periode 2009-2014 jumlah politisi muda mencapai 66 persen. Angka ini melonjak dibandingkan dua periode sebelumnya, yakni 49 persen (2004-2009) dan 38,8 persen (1999-2004).

Terkait regenerasi kepemimpinan, lebih dari separuh responden (62,3 persen) menginginkan kepemimpinan nasional mendatang berasal dari tokoh-tokoh muda yang berusia 31-50 tahun, bahkan sebagian di antaranya berharap mereka yang berusia 31-40 tahun tampil sebagai pemimpin.

Sikap responden ini menjadi potret keinginan publik akan sebuah perubahan. Umum diketahui bahwa hingga saat ini, mayoritas pemimpin wilayah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota, masih dikuasai mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Namun, di sisi lain, publik menyadari bahwa kemampuan pemuda memegang tampuk kepemimpinan nasional masih harus diuji. Pemuda sebaiknya membuktikan diri, terutama dalam menelurkan gagasan-gagasan segar yang menyangkut kehidupan kemasyarakatan. Sebagian besar responden dari kelompok muda sendiri (17-30 tahun) menilai gagasan-gagasan pemuda dalam mengatasi sejumlah persoalan bangsa cenderung hanya mengikuti apa yang telah dilakukan generasi sebelumnya.

Inilah tantangan sekaligus ujian sesungguhnya bagi kaum muda saat ini. Di satu sisi, mereka dilihat sebagai entitas yang belum memberi kontribusi bagi bangsa. Di sisi lain, mereka menyimpan potensi dan diharapkan mampu tampil dalam panggung kepemimpinan politik nasional. (LITBANG KOMPAS)

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


21.26 | 0 komentar | Read More

Seorang Wanita Tewas Akibat Dijambret di Semarang

Written By bopuluh on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 21.26


SEMARANG, KOMPAS.com - Rita Mardiati (32), warga Jalan Candi Persil, Kelurahan Kaliwiru, Candisari, tewas setelah menjadi korban penjambretan di Jalan Dr Wahidin, Semarang pada Minggu (27/10/2013) dini hari.

Rita tewas dengan luka di bagian kepala setelah dua orang pelaku berboncengan Yamaha Mio menarik tasnya hingga korban terjatuh dari sepeda motor.

Saat itu, korban dan putrinya, Gita Nur Aulia (10) hendak menuju Pasar Peterongan Semarang untuk membeli sejumlah kebutuhan warungnya.

Ia mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi saat ia dan ibunya berboncengan sepeda motor di jalan turunan di sekitar kawasan Tanah Putih Semarang. "Tahu-tahu dipepet dua orang naik motor," kata Gita.

Tiba-tiba, kata dia, pelaku menarik tas ibunya hingga terjatuh dari sepeda motor.

Gita melihat darah di sekitar tubuh ibunya yang tergeletak di jalan. Korban dibantu sejumlah warga yang selanjutnya menghubungi polisi.

Rita meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Elisabeth Semarang untuk mendapat pertolongan.

Jenazah korban yang mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr Kariadi untuk divisum.

Editor : Farid Assifa


21.26 | 0 komentar | Read More

Lana \"Money Man\" Resmi 6 Kali Jadi All Star Streetball


JAKARTA, KOMPAS.com
- Maulana Siregar yang memiliki julukan "Money Man", kini resmi menjadi All Star LA Lights Streetball untuk kali keenam sejak 2009. Streetballer yang akrab disapa Lana ini terpilih lagi seusai berlaga di babak final LA Lights Streetball 2013, Sabtu (26/10/2013) malam.

"Tentunya senang bisa terpilih lagi. Saya memang berniat mempertahankan gelar ini selama mungkin, sampai saya tidak bisa bermain basket lagi," kata Lana saat ditemui Kompas.com.

Lana mengaku masih belum puas meski berhasil mempertahankan gelarnya tersebut selama bertahun-tahun. "Memang, sejak tamat SMA saya sudah mendapat gelar itu. Umur saya sekarang juga masih muda, 23 tahun. Karir saya masih panjang. Maunya sih, mencoba tanding ke luar negeri," aku Lana.

Selain Lana, All Star tahun lalu yang juga terpilih lagi tahun ini adalah Syam "Easy Fly" Hasyimi. Syam mengungkapkan kegembiraannya karena terpilih menjadi satu dari delapan All Star baru, namun ia juga sedih karena beberapa temannya tidak terpilih kembali menjadi All Star.

"Senang tapi sedih, gimana ya? Sebelumnya kan sudah sama-sama selama satu tahun, rasanya sedih juga sekarang enggak bareng lagi," aku Syam.

Delapan All Star yang telah terpilih berkesempatan untuk keliling ke berbagai kota di Indonesia dan menunjukkan kemampuan mereka sebagai streetballer top Indonesia. Mereka akan bertanding melawan streetballer pilihan pada masing-masing kota yang akan menjadi standar penilaian untuk memilih All Star berikutnya.

"Saya akan ikut lagi tahun depan dan mengincar gelar All Star kembali," kata Sudyanto "Hangerman", All Star 2013 yang tak terpilih kembali menjadi All Star 2014.

All Star Streetball 2014:
1. Lana aka Money Man
2. Gau aka Shut Down
3. Syam aka Easy Fly
4. Ichan aka Lil Mighty
5. Lala Marlon aka Madagascar
6. Rico aka Haleluya
7. Tri Wicak
8. Fadli

Editor : Farid Assifa


21.26 | 0 komentar | Read More

9 Peserta Konvensi Hadiri Hajatan Demokrat di Sentul

Written By bopuluh on Jumat, 25 Oktober 2013 | 21.26

Warga melintas di depan lambang Partai Demokrat di kawasan Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/6/2012). Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, elektabilitas Partai Demokrat turun dari 13,7 persen (survei bulan Januari 2012) menjadi 11,3 persen. Sementara tempat pertama ditempati Partai Golkar 20,9 persen, dan PDI Perjuangan 14 persen. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN | KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN


JAKARTA, KOMPAS.com -
Sembilan peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat hadir dalam acara Temu Kader dan Perayaan HUT Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).

Mereka yang hadir, yakni Marzuki Alie, Hayono Isman, Sinyo Harry Sarudajang, Pramono Edhie Wibowo, Gita Wirjawan, Irman Gusman, Endriartono Sutarto, Anies Baswedan, dan Dahlan Iskan. Hingga acara dimulai, dua peserta Konvensi lain tak tampak di jajaran bakal capres Demokrat, yakni Dino Patti Djalal dan Ali Masykur Musa.

Sama seperti empat peserta Konvensi dari internal Demokrat, Gita hadir dengan mengenakan jaket Demokrat berwarna biru. Adapun peserta Konvensi dari luar Demokrat lainnya ada yang menggunakan batik, ada pula mengenakan kemeja.

Wakil Sekretaris Jenderal Saan Mustopa mengatakan, pihaknya mengundang seluruh peserta Konvensi untuk diperkenalkan kepada para pengurus Demokrat.

"Kita kenalkan mereka ke internal," kata Saan.

Acara tersebut disebut dihadiri sekitar 10.000 ribu kader Demokrat. Jajaran Demokrat yang hadir mulai dari Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, sampai pengurus anak cabang di Indonesia. Hadir pula para pendiri Demokrat.

Dalam acara itu, Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pembekalan terhadap jajaran pengurus Demokrat untuk menghadapi pemilu 2014 . Acara akan ditutup perayaan HUT Demokrat malam nanti.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

21.26 | 0 komentar | Read More

Melancong ke Luar Negeri, Cobalah 5 Hotel Ekonomi Ini!

KOMPAS.com - Hotel bujet atau ekonomi tidaklah seburuk yang Anda pikirkan. Penginapan kelas ini justru menwarkan pengalaman berbeda. Bahkan, Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk tinggal di hotel yang luar biasa, dengan pelayanan profesional, kualitas kamar memadai dan kudapan yang menyenangkan.

Fodor 100 Hotel Awards akan memandu Anda memilih hotel murah meriah terbaik. Terlebih bila Anda tengah melakukan perjalanan ke mancanegara.

Hasil survei Fodor sekaligus membuktikan bahwa hotel dengan tarif di bawah 285 dollar AS atau Rp 3,1 juta per malam juga bisa menyediakan fasilitas semewah hotel berbintang.

Hanya, patut digarisbawahi, hotel bujet di luar negeri, beda level dengan hotel murah yang tengah menjamur di Indonesia. Daftar hotel berikut ini, bisa menjadi pertimbangan saat Anda traveling ke luar negeri.

Waldorf Astoria PanamaMembaca namanya saja kita sudah dibuat merinding. Ini merupakan jaringan hotel Hilton Group kelas paling atas dengan tarif selangit. Namun, jangan takut, Waldorf Astoria yang ini ditambah embel-embel "Panama" di belakangnya.

Tarifnya terjangkau, padahal jika dilihat dari kualitas servis, properti sekaligus fasilitasnya, laik mendapat predikat hotel bintang lima. Desain interior Waldorf Astoria Panama sangat kontemporer, dilengkapi kolam renang lengkap dengan pemandangan cakrawala kota. Para tamu dapat bersantai dan makan di teras kolam renang atau menikmati fasilitas spa di sini.

Volcano HouseVolcano House adalah satu-satunya fasilitas penginapan yang berada di Taman Nasional Gunung berapi Kilauea. Hotel ini juga dikenal sebagai yang tertua di Hawaii dan baru direnovasi. Volcano House, dinilai sebagai cermin terbaik dari budaya lokal. Para tamu dapat bersantap di restoran dengan menu bercita rasa lokal, menjelajahi hutan hujan atau membeli kerajinan tangan setempat. View Hotel at Monument Valley Navajo Tribal Park Satu-satunya hotel di yang berada di Monument Valley Navajo Tribal Park. View Hotel menawarkan tamu pemandangan lembah dan formasi batuan di dekatnya. Bangunan merah dengan eksterior plesteran adalah refleksi budaya Navajo. Semua kamar memiliki warna-warni khas Navajo, seperti lantai keramik dan balkon pribadi. Hotel ini dilengkapi restoran dengan menu sarapan kontinental gratis dari pertengahan Januari sampai Maret. Union Station HotelUnion Station Hotel, St. Louis, mengalami renovasi besar-besaran sejak stasiun kereta ramai dikunjungi dan menjadi hub bagi stasiun lainnya. Bangunan ini masih terlihat arsitektur aslinya, mulai dari lobi, kubah, langit-langit, kamar berlantai marmer dan perapian batu kapur. Para tamu dapat bersantai di depan perapian sebuah restoran, atau bersantai di salah satu kamar tamu hotel yang didesain dengan sangat elegan. 21c Museum Hotel

Sebuah museum seni kontemporer yang berfungsi sebagai hotel, 21c Museum Hotel menawarkan akomodasi kosmopolitan nan elegan.

Para tamu dapat menelusuri koleksi seni mutakhir, atau menikmati hidangan gourmet di restoran pemenang penghargaan Metropole ini. Semua kamar dirancang dengan dekorasi imprefis. Tersedia fasilitas unik seperti sabun peppermint dan peralatan dari perak.

21.26 | 0 komentar | Read More

Mencari Keheningan di Sumbawa, Pulau Moyo Tempatnya

Written By bopuluh on Kamis, 24 Oktober 2013 | 21.26

MUNGKIN wisatawan dalam dalam negeri belum banyak mengetahui keberadaan Pulau Moyo.
Namun untuk wisatawan mancanegara, Pulau Moyo di utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara
Barat (NTB) sudah memiliki nama. Pulau Moyo selama ini identik dengan Amanwana Resort,
sebuah hotel berbintang lima dengan atap khas berbentuk tenda yang menjadi incaran para
selebriti kelas dunia.

Di resor mewah inilah mendiang Putri Diana pada pertengahan Agustus 1993 mengunjungi
Pulau Moyo. Selama tiga hari Putri Diana tinggal di pulau eksotis yang tenang dan jauh dari
kebisingan serta keramaian itu untuk menikmati alam Moyo. Nama pulau ini pun kian
mendunia. Sejumlah artis Hollywood, termasuk musisi Mick Jagger, serta mantan kiper
nasional Belanda dan mantan kiper Manchester United, Edwin van der Sar pernah
bertandang ke pulau ini.

Pulau Moyo masuk dalam Kabupaten Sumbawa. Pulau dengan luas 32.044,86 ha ini
berpenduduk 1.944 jiwa (sensus 2010). Pulau ini dijadikan Taman Wisata Alam Laut dengan
luas 6.000 hektar sejak dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan no.
308/KPTs-11/1986 pada tanggal 29 September 1986 dan dibawah pengendalian Badan
Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat.

Bagi Kabupaten Sumbawa, Moyo adalah ikon pariwisata Sumbawa karena keindahan alamnya
dan sangat terkenal di dunia internasional. "Moyo dalam bahasa Samawa berarti 'tengah'
sehingga kami munculkan Festival Moyo pada September 2013 dengan menampilkan atraksi
budaya dan wisata unggulan di Kabupaten Sumbawa," kata  Kepala Dinas Pemuda, Olahraga,
Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, H Amri S.sos, MSi, di Sumbawa Besar,
Jumat (18/10/2013).

Jangankan mengundang wisatawan domestik, warga Sumbawa pun belum semua tahu atau
pernah menginjakkan kaki ke Pulau Moyo. Wajar saja, untuk menyeberang ke Pulau Moyo dari
Sumbawa membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Belum lagi jadwal kapal yang tidak pernah
pasti serta jumlahnya yang masih sangat terbatas. Untuk transportasi udara, maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines menerbangi rute Lombok-Sumbawa (pp) setiap Selasa, Jumat, dan Minggu. Selain Merpati, rute Lombok-Sumbawa juga dilayani Trans Nusa setiap hari.

Berkat bantuan Widijatmoko -- akrab disapa Erick -- yang membangun web www.pulaumoyo.com jadilah Kompas.com, Akhmad Zulfikri (Humas Merpati Nusantara
Airlines), dan Barry Kusuma (blogger) menyeberang ke Pulau Moyo melalui pantai di Kenanga Beach Cottage, Rabu (16/10/2013). Pukul 07.00 suara mesin kapal memecah kesunyian pagi dan melaju mengarah ke timur menuju Moyo. Matahari pagi pun turut mengiringi kapal mengarungi lautan ke pulau yang dikenal sepi dan hening itu.  

Selama ini warga Pulau Moyo menyeberang ke Sumbawa menggunakan kapal berdaya tampung 50 orang yang disumbangkan Amanwana Resort. Bagi warga Moyo tidak dikenakan biaya alias gratis menuju Sumbawa di mana jadwal penyeberangan setiap seminggu sekali yakni Kamis. Namun untuk penumpang umum dikenakan biaya Rp 15.000. Biasanya kapal inilah yang digunakan wisatawan atau backpackers untuk mengenal lebih dekat keindahan Moyo.

Labuhan Aji di Pulau Moyo adalah pelabuhan bagi kapal yang mengangkut penduduk Moyo dan
wisatawan. Selama di Moyo, pilihan wisatawan menginap bisa di rumah penduduk atau
penginapan sederhana. Kompas.com sempat menginap di penginapan milik Pak Syukur
dengan tarif per malam Rp 150.000. "Itu sudah termasuk makan tiga kali sehari," kata Erick.

Kebanyakan rumah-rumah penduduk di Moyo berada di dekat pantai. Kediaman mereka
berbentuk rumah panggung. Listrik di Desa Labuhan Aji hanya berfungsi di malam hari saja. Di Labuhan Aji hanya ada satu Sekolah Dasar (SD).

Selama berada di Pulau Moyo, wisatawan harus bersiap-siap menghadapi cuaca yang panas
terik dan kondisi jalan yang tidak rata dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Jangan bermimpi
menemukan mobil di Moyo. Pasalnya Moyo "menjual" keaslian alam dan kesunyian kepada
wisatawan.

Selain keindahan bawah laut yang memesona, Pulau Moyo juga menawarkan keindahan air
terjun yang masih alami yakni Diwu Mbai dan Mata Jitu. Untuk menuju air terjun Diwu Mbai
dari Labuhan Aji, satu-satunya angkutan adalah ojek dengan tarif Rp 25.000. Tiba di lokasi
air terjun pengunjung dikenakan karcis masuk sebesar Rp 10.000. Air terjun Diwu Mbai
sehari-hari selalu diramaikan anak-anak penduduk sekitar. Mereka bercanda ria, berayun-ayun dengan tali yang diikat di sebatang pohon sambil melompat ke air yang mengalir jernih. Sungguh bahagia melihat keceriaan mereka.

Kalau Anda ingin melihat air terjun dengan ketinggian melebihi Diwu Mbai serta kejernihan
airnya yang benar-benar wah, keluarkan uang Rp 60.000 untuk menyewa ojek menuju Mata
Jitu. Menuju Mata Jitu, dibutuhkan kehati-hatian karena jalan tanah dan menanjak. Panas
terik membuat debu-debu beterbangan sehingga jarak antar satu ojek dengan ojek lain tidak
terlalu berdekatan untuk menghindari debu di siang bolong.

Perjalanan selama 30 menit dari Labuhan Aji dan jalan yang kurang bersahabat seketika
terbayar saat Anda tiba di Mata Jitu. Untuk menuju air terjun ini harus dilanjutkan lagi dengan
berjalan kaki sekitar 5-10 menit menerobos hutan. Sampai di air terjun Mata Jitu, Anda akan
dibuat terpesona oleh keindahannya. Airnya sungguh jernih, bebas polusi. Tak salah bila
mendiang Putri Diana saat mengunjungi Moyo menyempatkan diri mandi dan merasakan
kesejukan air terjun di tengah hutan belantara ini.

Usai mengunjungi kedua air terjun, tanpa terasa matahari mulai condong ke barat. Sempatkan waktu mengisi sore hari dengan snorkeling dan menikmati matahari terbenam (sunset) di Takat Sagele sekitar 1 kilometer sebelah barat Labuhan Aji. Anda harus menggunakan perahu menuju pulau mungil yang dipenuhi karang ini. Jika berbicara mengenai pantai, ada banyak pilihan pantai eksotis di Moyo. Anda bisa ke Raja Sua, Ai Manis atau Tanjung Pasir.

Untuk berlibur di Pulau Moyo selama 3 hari 2 malam, Erick membuat paket tur di mana
wisatawan mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,8 juta per orang. Paket ini sudah termasuk
pesawat Lombok-Sumbawa (pp), menginap semalam di Sumbawa, menyeberang ke Moyo,
mengunjungi air terjun Diwu Mbai dan Mata Jitu, snorkeling di Takat Sagele, menginap di
Moyo serta city tour di Kota Sumbawa. "Saat balik ke Sumbawa, wisatawan diajak mampir
dahulu di Tanjung Pasir untuk snorkeling sekitar sejam. Tapi jumlah peserta minimal harus 4
orang," kata Erick.

Editor : I Made Asdhiana


21.26 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger