Gerindra: SBY Harus Konsisten Memilah Urusan Partai dan Negara

Written By bopuluh on Rabu, 17 April 2013 | 21.26

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk dapat memilah tugas dan fungsinya dalam menjalankan roda pemerintahan dan tugas kepartaian. SBY, yang juga menjabat Ketua Umum DPP Demokrat, diminta untuk dengan tidak mencampurkan kedua hal tersebut.

"SBY saya kira perlu lebih memilah-milah ke depan, kapan dan di mana harus bicara sebagai Presiden, kepala negara dan kepala pemerintahan, dan kapan bicara sebagai ketua umum partai politik," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat, Kamis (18/4/2013).

Menurut Martin, hal tersebut perlu dilakukan untuk pendidikan politik dan pengembangan wawasan bernegara kepada masyarakat. Ia menilai sikap mencampuradukkan urusan negara dan partai tidak tepat.

"Beliau juga sudah berkali-kali berjanji akan mengurus politik partainya akhir pekan dan tidak akan menggunakan fasilitas negara. Konsistensi atas ucapan itu perlu ditunjukkan untuk menjadi contoh pemimpin yang baik dilihat masyarakat," kata anggota Komisi III DPR ini.

Urus partai di Istana

Sebelumnya, dalam jumpa pers di Istana Negara tadi malam, Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat merasa nama baiknya tercemar dengan pemberitaan bahwa dirinya menawarkan posisi tertentu di partainya kepada Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Zannuba Wahid atau akrab disapa Yenny Wahid. SBY pun menggunakan Kantor Presiden untuk memberikan klarifikasi terkait kapasitasnya sebagai politisi Partai Demokrat, bukan Kepala Negara.

SBY menceritakan bahwa pertemuannya dengan Yenny bersama sang ibunda, Sinta Nuriyah Wahid, di Puri Cikeas beberapa waktu lalu membahas berbagai persoalan di negeri itu. SBY mengaku sempat berdiskusi dengan Yenny tentang kemungkinan berada di dalam satu partai. Tetapi, SBY membantah dia menawarkan posisi tertentu kepada Yenny.

"Tidak ada sama sekali Mbak Yenny katakanlah mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu. Tidak ada. Kalau diberitakan Mbak Yenny ingin menjabat wakil ketua umum Demokrat, tidak ada. Kasihan beliau, tidak ada seperti itu," kata SBY.

"Demikian juga saya dengan inti pembicaraan bagaimana menyelaraskan perjuangan kita ke depan juga tidak pernah tawarkan kepada Mbak Yenny posisi ini posisi itu. Ini yang real, ini yang betul. Saya tidak pernah tawarkan dan Mbak Yenny tidak pernah mengharapkan, apalagi meminta," tambahnya.

SBY pun mengaku menghormati keputusan Yenny Wahid yang akhirnya mengurungkan niatnya bergabung ke Partai Demokrat.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


Anda sedang membaca artikel tentang

Gerindra: SBY Harus Konsisten Memilah Urusan Partai dan Negara

Dengan url

http://healthyheartofusall.blogspot.com/2013/04/gerindra-sby-harus-konsisten-memilah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Gerindra: SBY Harus Konsisten Memilah Urusan Partai dan Negara

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Gerindra: SBY Harus Konsisten Memilah Urusan Partai dan Negara

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger