Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Novita Dewi Diajak Bicara Manajer Hiburan Inggris

Written By bopuluh on Minggu, 25 Agustus 2013 | 21.26

JAKARTA, KOMPAS.com -- Fatin Shidqia Lubis, Juara The X Factor Indonesia, menarik perhatian manajer hiburan Louis Walsh dan diajaknya menjalani rekaman di studio Walsh di Inggris. Bagaimana dengan runner up The X Factor Indonesia, Novita Dewi? Rupanya Novita diajak berbicara oleh Walsh di belakang panggung. Apakah itu "kode" bahwa ia juga ditawari untuk menjalani rekaman di tempat yang sama seperti Fatin?

"Louis Walsh nanya, 'Novita sudah buat rekaman?'  'Sudah di sini'. 'Kita enggak tahu apa yang terjadi nanti, semoga ketemu,' katanya gitu," cerita Novita ketika ditemui usai acara The X Factor Around The World, Minggu (25/8/2013) dini hari.

Novita tidak bertanya lebih jauh tentang pernyataan Walsh itu kepadanya.  Ia sudah cukup bangga bisa bertemu dan dipuji langsung oleh pria yang pernah menangani boyband-boyband Westlife dan Boyzone tersebut.

Tapi, Novita juga tidak ingin berbesar kepala. Ia mengatakan kepada Walsh bahwa di Indonesia masih banyak orang dengan suara emas yang sampai saat ini belum muncul ke permukaan.

"Aku bilang, di negara kita banyak lagi yang lebih bagus dan sangat luar biasa. Talent di Indonesia banyak, tapi belum kelihatan aja, bukan hanya Novita dan Fatin. Bahkan, finalis lain suranya patut diperhitungkan," ungkapnya.


21.26 | 0 komentar | Read More

Tangani Stroke dalam 90 Menit, Cegah Kecacatan Permanen


KOMPAS.com - Saat stroke menyerang, kecepatan dalam penanganan adalah hal yang utama. Menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke, penanganan stroke yang tidak lebih dari 90 menit sejak terjadinya gejala, dapat meningkatkan kesempatan pulih pada pasien.

Data dari American Heart Association (AHA) menyebutkan, stroke merupakan penyakit penyebab kematian keempat di Amerika Serikat.  Selain itu, stroke juga merupakan penyebab utama kecacatan pascaserangan.

Maka untuk meminimalisasi dampaknya, kecepatan penangan stroke perlu ditingkatkan. Semakin cepat dokter memberikan obat antikoagulan darah, maka semakin cepat pula darah mengalir kembali ke otak sehingga mencegah kerusakan permanen.

Dalam studi tersebut, para peneliti asal Helsinki University Central Hospital di Finlandia menganalisa pada 6.800 pasien stroke selama 14 tahun. Mereka menemukan, pasien yang mengalami stroke ringan hingga sedang yang ditangani dengan obat antikoagulan dalam 90 menit pascaserangan cenderung mengalami efek kecatatan yang minimal.

Dr Larry B. Goldstein, profesor ilmu saraf dan direktur di Duke Comprehensive Stroke Center mencatat, meski periode emas untuk penanganan stroke tidak lebih dari 90 menit, namun intervensi dini selalu lebih baik.

"Penanganan bisa efektif hingga 4,5 jam setelah serangan. Namun bukan berarti penanganan harus diberikan dalam jangka waktu selama itu. Dalam satu jam, pasien harus segera ditangani," ujar Goldstein yang tidak terlibat dalam studi.

Sayangnya, menurut dia, banyak orang yang tidak sadar saat gejala stroke menyerang sehingga cenderung menunda penanganan. Untuk itu, dibutuhkan edukasi yang lebih baik terutama untuk faktor risiko dan gejala stroke.

Beberapa gejala stroke yang perlu Anda ketahui yaitu tiba-tiba mati rasa atau lemah pada bagian wajah, lengan, atau kaki - terutama pada satu sisi tubuh, kebingungan dan kesulitan berbicara, pengelihatan mendadak terganggu, kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya.


21.26 | 0 komentar | Read More

Komite Konvensi Demokrat Telah Temui Jusuf Kalla

Written By bopuluh on Kamis, 22 Agustus 2013 | 21.26


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua dan Wakil Ketua Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Maftuh Basyuni dan Taufiequrachman Ruki datang menemui mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediamannya, di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2013). Kepada Kalla, Maftuh dan Ruki menyampaikan informasi tentang konvensi.

Ketika ditanya mengenai kesediaan mengikuti konvensi, Kalla mengatakan, belum memikirkannya karena belum mengetahui persyaratan.

"Saya masih sibuk mempersiapkan pernikahan anak," kata Kalla saat dihubungi, di Jakarta, Kamis.

Maftuh diikuti Ruki datang pukul 17.30 dan pergi pukul 18.20. Saat dikonfirmasi soal pertemuan, Maftuh berujar, "Kami membicarakan pernikahan anaknya."

Ketidakjelasan soal persyaratan peserta konvensi membuat Mahfud MD mempertimbangkan untuk ikut konvensi atau tidak. Mahfud, yang hendak maju dalam Pemilu Presiden 2014, membantah dirinya mundur dari konvensi.

"Kan saya belum memutuskan apakah ikut atau tidak. Jadi belum ada istilah mundur atau maju," ujarnya, di Gedung Mahkamah Konstitusi.

Mantan Ketua MK ini mendapat masukan dari tim politiknya yang menilai konvensi kurang berwibawa. Tim politiknya melihat, tidak ada harapan bagi konvensi menelurkan hasil yang berkualitas karena diduga sudah ada target tertentu.

"Semua perkembangan itu menjadi pertimbangan. Sebab, saya itu ingin memperbaiki negara, bukan ingin meraih kekuasaan. Kalau peluang memperbaiki negara itu harus diraih dengan cara yang tidak bagus, saya enggak mau juga. Kalau cuma sekadar rebut kekuasaan, silakan saja yang lain," kata Mahfud.

Terkait kepesertaan dengan menyebut dan mengusulkan kader politik partai lain, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P TB Hasanuddin menilai, hal itu tidak etis. Seperti diberitakan sebelumnya, komite konvensi menyebut mengundang dua kader PDI-P, yaitu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.

"PDI-P tidak terganggu dengan langkah komite konvensi. Bagi saya, tawaran itu juga menjadi ujian alamiah bagi PDI-P, untuk memastikan siapa yang kader dan siapa yang keder. Namun, langkah itu tidak etis serta memperlihatkan mereka seperti kebingungan dan tak punya harapan," tutur Hasanuddin.

Jika ingin terhormat, kata Hasanuddin, komite sebaiknya menentukan dahulu kriteria peserta lalu mengumumkannya. Setelah itu, dibuka peluang bagi yang berminat lalu diseleksi sesuai kriteria.

Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menilai, langkah sejumlah anggota komite konvensi yang sibuk mengundang dan menawar-nawarkan ke orang lain untuk ikut membuat konvensi terancam kehilangan daya tarik dan wibawanya.

16 peserta ideal

Juru bicara komite, Rully Charis, mengatakan, idealnya, jumlah peserta maksimum 15 atau 16 orang agar jalannya konvensi lebih efektif dan efisien. Tim masih memverifikasi kesediaan dan kesiapan bakal calon peserta secara keseluruhan. Ada 26 nama yang diverifikasi. Setelah proses ini selesai, komite akan mendiskusikan kelayakannya berdasarkan rekam jejak, kepemimpinan, kapabilitas, karakter, atau faktor kekhususan lainnya.

Pengajar politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsjah, mengatakan, konvensi Partai Demokrat rentan menjadi alat pencitraan di tengah citra negatifnya karena berbagai kasus korupsi. Para politisi dan publik hendaknya mencermati proses politik itu secara kritis.

Saat kuliah umum di program Lemhannas, kemarin, Wakil Presiden Boediono mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang mampu mengawal konsolidasi demokrasi Indonesia. (K12/ANA/OSA/ATO/IAM/NWO)

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

21.26 | 0 komentar | Read More

Lantik Gubernur Kutip Bahasa Jawa, Mendagri Minta Maaf

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan kemenangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko menjadi refleksi kedewasaan dalam berpolitik. Seperti dalam pepatah Jawa 'Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasoraken' (bertempur tanpa kekuatan, menang tanpa membuat malu lawan).

Dalam memberikan sambutannya, Gamawan Fauzi memang banyak mengucapkan pepatah Jawa. Ia juga meminta maaf jika bahasa Jawa yang diucapkan tidak lancar dan fasih.

"Mohon maaf kalau bahasa Jawanya kurang bagus karena bahasa Jawa tapi lidahnya lidah Padang," ujarnya saat memberikan sambutan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2013-2018 di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jumat (23/8/2013).

Pada kesempatan itu Gamawan banyak mengutarakan tentang keberhasilan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah periode sebelumnya. Selain itu juga masih mengkritisi terkait kondisi kemiskinan, buta aksara, akses pendidikan dan kesehatan di Jawa Tengah.

Terpilihnya Ganjar-Heru diharapkan bisa menjadi realitas politik dan harapan baru bagi masyarakat Jawa Tengah dengan jumlah lebih dari 32 juta jiwa.

Slogan-slogan saat kampanye juga diharapkan bisa diwujudkan di Jawa Tengah seperti slogan 'mboten korupsi mboten ngapusi'.

Gamawan juga meminta pasangan Ganjar-Heru untuk tidak melupakan sejarah. Sebab apa yang akan dilakukan saat ini tidak terlepas dari pencapaian pemerintahan sebelumnya.

"Jadikan bulan ini penanda kemenangan dan kemenangan rakyat Jawa Tengah tanpa membedakan. Dan ingat seperti apa kata Bung Karno, Jas Merah jangan sekali-kali melupakan sejarah," katanya.

Ia juga meminta Ganjar-Heru untuk berkonsentrasi mengentaskan kemiskinan, buta aksara, akses pendidikan dan juga kesehatan. 

Editor : Glori K. Wadrianto


21.26 | 0 komentar | Read More

Bupati Malang: Keperawanan Bukan Tujuan Pendidikan

Written By bopuluh on Senin, 19 Agustus 2013 | 21.27

MALANG, KOMPAS.com- Rendra Kresna, Bupati Malang, Jawa Timur, tak bisa menerima jika rencana tes keperawanan bagi siswi SMA dan sederajat, diberlakukan di berbagai daerah di Indonesia. Rendra menilai, hal itu melanggar tujuan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, tengah merencanakan ada tes keperawanan untuk siswi SMA sederajat. Dana tes tersebut akan diajukan untuk APBD 2014.

Menurut Rendra Kresna, Selasa (20/8/2013),  dilihat dari nilai-nilai keagamaan, rencana tersebut cukup baik dan positif. "Tapi jika dilihat dari masalah kepribadian seseorang, jelas jadi masalah," jelasnya.

Mengapa akan manjadi masalah? Karena tujuan pendidikan bukan melihat perawan tidaknya. Bukan melihat etnisnya, agamanya, cacat atau tidak. "Tapi tujuan pendidikan secara umum adalah mencerdaskan anak bangsa. Bukan dilihat dari perawan tidaknya, baru bisa mengenyam pendidikan," katanya.

Pemerintah, lembaga pendidikan, kata Rendra, harus sudah fokus pada mencerdaskan anak bangsa. Caranya tidak dengan kebijakan tes keperawanan bagi calon siswa untuk masuk SMA dan sederajat.

"Siswi yang tidak perawan itu adalah korban. Tak bisa sepenuhnya disalahkan. Untuk antisipasi seks bebas dan pengamanan keperawanan bagi siswi, mari kita tanamkan moral keagamaan, kepancasilaan, dan pendidikan karakter lainnya," katanya.

Pendidikan moral pada siswi itu tidak hanya dilakukan di dalam sekolah. Bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah. Namun pendidikan moral, keagamaan dan segala pendidikan yang positif, juga harus dilakukan di luar sekolah. "Orangtua di rumah harus ikut serta menjaga moral putra-putrinya," harapnya.

Editor : Glori K. Wadrianto


21.27 | 0 komentar | Read More

Bagaimana Risiko Adik Jika Si Kakak Autisme?


Kompas.com - Anak-anak yang memiliki kakak dengan diagnosis autisme ternyata juga beresiko tinggi mengalami gangguan perkembangan ini. Tetapi seberapa pasti risiko tersebut masih diperdebatkan.

Dalam studi berskala besar, para peneliti Denmark menemukan "risiko kekambuhan" ini sekitar 7 kali lebih tinggi dibanding pada anak yang saudaranya tidak mengalami autisme. Perhitungan resiko tersebut jauh lebih rendah dibanding penelitian lainnya yang menyebut sampai 19 persen.

"Apakah risiko 7 kali itu dianggap tinggi atau rendah sangat tergantung pada keluarga yang mengalaminya untuk memutuskan," kata Therese Koops Gronborg, peneliti dari Aarhus University, Denmark.

Gronborg juga mengevaluasi secara terpisah anak-anak yang kakak kandung berasal dari ayah dan ibu yang sama menyandang autisme, serta yang kakaknya satu ibu atau satu bapak.

Ternyata, anak yang kakaknya berasal dari ayah dan ibu yang sama memiliki risiko untuk menyandang autisme 7,5 persen, sedangkan anak yang hanya satu ibu saja atau satu ayah saja dengan si kakak, risikonya lebih rendah.

Penelitian ini mengevaluasi 1,5 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1980 dan 2004, kemudian diikuti sampai tahun 2010.

Para peneliti juga menemukan tidak ada waktu tren dalam periode studi. Ini berarti tidak ada faktor yang berpengaruh pada risiko "kekambuhan autisme" di saudara kandungnya.

Menurut Dr.Jefry Biehler, ketua departemen kesehatan anak dari Miami Children's Hospital, hasil penelitian tersebut sangat berguna bagi keluarga yang memiliki anak autisme.

"Karena intervensi dini dan diagnosis yang tepat sangat penting untuk meningkatkan perkembangan kemampuan anak autisme. Informasi ini bisa membantu orangtua yang sudah memiliki anak autisme," kata Biehler.

Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa penyebab risiko autisme sangat beragam. "Baik faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada terjadinya autisme," katanya.


21.27 | 0 komentar | Read More

Irfan Hakim: Dulu Mudik Seperti Sirkus

Written By bopuluh on Sabtu, 10 Agustus 2013 | 21.26

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sebelum menikah, kalau pulang kampung ke Bandung dalam rangka merayakan Lebaran, Irfan Hakim tak pernah meninggalkan satu pun binatang peliharaannya di Jakarta, kecuali ular.

"Dulu sebelum nikah, setiap kali mau mudik pasti dibilang orang kayak sirkus. Soalnya, gue bawa semua hewan peliharaan gue di mobil," kenang Irfan lalu tertawa saat berbincang dengan Kompas.com belum lama ini di Jakarta.

Irfan membawa hampir semua hewan peliharaannya lantaran tidak ada orang yang bisa membantu untuk menjaga mereka. "Kayak kucing, kura-kura, semua gue bawa. Kecuali ular, karena ular sekali ngasih makan dia enggak perlu makan sampai lima hari," jelas Irfan. "Pokoknya, persis sirkus deh, kayak film Ace Ventura gitu," lanjutnya menyamakan kondisi yang dialaminya ketika itu dengan film detektif hewan Ace Ventura, yang dibintangi oleh aktor Hollywood Jim Carrey.

Namun, kondisi tak lagi sama setelah Irfan berkeluarga dan memiliki tiga anak. "Kalau sekarang sudah enggak. Soalnya, ada orang yang bisa dipercaya buat gue titipin hewan peliharaan gue," katanya.


21.26 | 0 komentar | Read More

Mata Monalisa di Rumah \"Hantu\" Ini Bergerak!

www.designboom.com

Karya Torafu Architects ini merupakan sarana bermain yang dapat membuat bulu roma orang dewasa berdiri.

www.designboom.com

"A Hounted Play House" atau "Rumah-rumahan Berhantu" merupakan salah satu instalasi yang ada di Museum Seni Kontemporer Tokyo di Jepang. Konsep tempat bermain horor ini sebenarnya ditujukkan untuk menyemarakkan pameran musim panas bagi anak-anak.

www.designboom.com

Anak-anak dapat berlari, menyentuh lukisan, bahkan membuat suara-suara di lokasi instalasi. Mereka dapat menjadi bagian dari pameran.

www.designboom.com

Replika lukisan Van Gogh dan Vermeer ditata menyerupai pameran lukisan pada umumnya. Jika dilihat sekilas pun, lukisan-lukisan tersebut tampak biasa saja. Namun, Anda bisa melihat mata bergerak dan perubahan wajah-wajah lukisan.

www.designboom.com

Di sisi pojok galeri ini pun ditempatkan seorang "manusia tidak kasat mata". Sosok tersebut tampak duduk di sudut ruangan dengan setelan lengkap berwarna gelap. Namun, mukanya tidak tampak!
KOMPAS.com - Rumah bermain seharusnya memberikan perlindungan tambahan bagi kenyamanan dan rasa aman anak-anak. Akan tetapi hal itu tidak berlaku di rumah-rumahan karya Torafu Architects ini. Sebaliknya, sarana bermain ini malah membuat bulu roma orang dewasa berdiri. Tertarikkah Anda, bermain di dalam rumah-rumahan "berhantu" tersebut?

"A Hounted Play House" atau "Rumah-rumahan Berhantu" merupakan salah satu instalasi yang ada di Museum Seni Kontemporer Tokyo di Jepang. Konsep tempat bermain horor ini sebenarnya ditujukkan untuk menyemarakkan pameran musim panas bagi anak-anak.

Pengunjung, yang umumnya anak-anak, tampak terhibur dengan instalasi horor ini. Entah karena generasi termuda saat ini sudah tidak lagi mempercayai takhayul, atau anak-anak pengunjung museum sudah tahu bahwa "Rumah-rumahan Berhantu" hanya instalasi di dalam museum, namun yang pasti, Designboom telah merilis senyum-senyum manis anak-anak di lokasi pameran.

Anak-anak ini dapat berlari, menyentuh lukisan, bahkan membuat suara-suara di lokasi instalasi. Mereka dapat menjadi bagian dari pameran. Derap langkah kaki-kaki kecil, suara-suara, serta gerakan mereka ini bisa menjadi "hantu" dalam instalasi tersebut. Tentunya. gerak-gerik mereka tersebut ditunjang pula dengan tata pencahayaan menyeramkan dan misterius, serta lukisan-lukisan klasik yang dipajang.

Replika lukisan Van Gogh dan Vermeer ditata menyerupai pameran lukisan pada umumnya. Jika dilihat sekilas pun, lukisan-lukisan tersebut tampak biasa saja. Namun, Anda bisa melihat mata bergerak dan perubahan wajah-wajah lukisan. Semua ini bisa terjadi karena anak-anak diperbolehkan bermain di area "belakang panggung" pameran tersebut. Mereka dapat mengeluarkan tangan, kepala, serta menyinari wajah mereka dengan lampu agar tampak seperti "makhluk halus" dari luar area "belakang panggung".

Di sisi pojok galeri ini pun ditempatkan seorang "manusia tidak kasat mata". Sosok tersebut tampak duduk di sudut ruangan dengan setelan lengkap berwarna gelap. Namun, mukanya tidak tampak!


21.26 | 0 komentar | Read More

Acara Jokowi di Solo, dari Terima Tamu sampai Jenguk Mantan Anak Buah

Written By bopuluh on Jumat, 09 Agustus 2013 | 21.26


SOLO, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki acara cukup padat ketika mudik ke Solo, Jawa Tengah.

Pada hari ketiga Lebaran, Sabtu (10/8/2013), pria yang akrab disapa Jokowi itu masih sibuk menerima kunjungan keluarga dan kerabat di rumah ibundanya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Jokowi berangkat untuk bersilaturahim ke keluarga mertuanya di daerah Turisari, Solo. Puluhan wartawan dari berbagai media pun mengikuti mobil Grand Livina yang membawa Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan hari ini dia akan menjenguk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Solo, Budi Suharto. Mantan anak buahnya saat menjadi Wali Kota Solo itu kini tengah sakit. "Ya nanti kita sowan dulu di beberapa sesepuh lalu juga mau jenguk Pak Sekda," katanya.

Seperti diberitakan, Jokowi baru pulang ke Solo pada Jumat (9/8/2013) atau hari kedua Lebaran. Dia tiba di rumah ibundanya sekitar pukul 21.15 WIB.

Jokowi sempat mengutarakan alasan baru sempat pulang kampung pada hari kedua Lebaran.

"Setelah shalat Id di Jakarta lalu ada agenda yang mendesak dan harus dilaksanakan, jadi mudiknya ditunda dulu. Agenda muter-muter kampung dulu lah, lalu baru pulang ke Solo," kata Jokowi.

Setiba di rumah Solo, Jokowi melakukan sungkem kepada ibundanya, Sudjiatmi, di hadapan kerabat dan saudaranya. "Sebagai bukti hormat kepada orangtua adalah dengan sungkeman,"katanya.

Editor : Kistyarini


21.26 | 0 komentar | Read More

PP Muhammadiyah: Tak Boleh Ada Pemaksaan Keyakinan di Sampang


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, tidak boleh ada pemaksaan keyakinan dalam proses rekonsiliasi di Sampang, Madura, Jawa Timur. Apalagi, jika pemaksaan keyakinan dilakukan oleh pejabat pemerintah.

"Itu tidak bisa (ada pemaksaan). Kalau sampai pemerintah berpihak, itu pemerintah yang tidak berkeadilan," kata Din di Jakarta, Sabtu ( 11/8/2013 ).

Hal itu dikatakan Din ketika dimintai tanggapan intimidasi dan ancaman terhadap warga Syiah yang bertahan di Desa Karanggayam dan Bluuran Sampang. Mereka dipaksa meninggalkan keyakinannya jika ingin keselamatannya dijamin.

Din mengatakan, jika benar ada pemaksaan terhadap warga Syiah di Sampang, hal itu merupakan tindakan kriminal. Seharusnya negara melakukan penindakan. Pasalnya, setiap orang bebas menganut keyakinannya.

Menurut Din, untuk menyelesaikan konflik di Sampang harus dipegang prinsip kebebasan berkeyakinan. Ia berpendapat, sangat sulit untuk menyatukan pandangan antara Sunni dan Syiah yang perbedaannya sudah terjadi berabad-abad.

Dikatakan Din, baik Sunni maupun Syiah berjasa bagi peradaban Islam. Keduanya juga mempunyai kesalahan. Jika ada perbedaan persepsi siapa yang sesungguhnya pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad, kata Din, hal itu sejarah masa lalu yang tak perlu diungkit.

"Maka biarlah bagimu keyakinanmu, bagiku keyakinanku. Tapi harus hidup berdampingan secara damai. Toh kita dengan sesama non muslim bisa hidup berdampingan dengan damai. Masa sesama muslim walaupun berbeda paham kok enggak bisa hidup berdampingan secara damai?," kata Din.

Untuk itu, Din berharap kedua kelompok bisa saling menahan diri. Jangan saling menghina.

"Biarlah Allah yang menentukan kebenaran mana yang diterima. Sekarang hidup berdampingan secara damai, tidak boleh ada pemaksaan. Itu melanggar prinsip agama itu sendiri," pungkas Din.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar. Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, dalam proses rekonsiliasi yang tengah dilakukan, perlu dilakukan persamaan persepsi antarkelompok di Sampang. Pasalnya, kata dia, ada perbedaan pandangan antara warga dengan kelompok Tajul Muluk.

"Nah kalau semua sudah selesai, maka mereka pulang ke kampung halamannya. Itu dijamin aman kalau rekonsiliasi dalam arti yang sesungguhnya bisa tercapai, yaitu pencerahan dan penyamaan persepsi," kata Suryadharma.

Editor : Caroline Damanik


21.26 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger